Tips Menulis dari Redaktur Radar


Tips Menulis dari Redaktur Radar Malang
Penulis itu susah dikalahkan. Mengapa? Karena ia selalu punya cara untuk bisa menang. Hari ini ia dicela dan dicaci orang lain, maka besok dia akan menulis kejadian tersebut. Sudut pandangnya tentu disesuaikan oleh si penulis sendiri.
.
Hal itu terungkap pada sebuah acara sharing kepenulisan bersama Kholid Amrullah, Redaktur Pelaksana Radar Malang. Suatu kali, cerita dia, ia dimarahi habis-habisan oleh dua orang. "Bahkan dimisuhi juga," kata dia mengenang. Kedua orang tersebut tergolong atasannya, walau secara tak langsung.
.
Dari kejadian itu, ia membuat cerpen dengan dua orang tersebut sebagai tokoh antagonis. Diakhir cerita, kedua tokoh tersebut akan saling bermusuhan satu sama lain.
.
Kisah itu, kata dia, merupakan pengalaman pahit dan getir. Tapi justru menjadi bahwa tertawa lepas dia setelah dia menulis dalam cerlen. "Saya akhirnya menang, karena bisa tertawa atas kejadian itu," terangnya menjelaskan.
.
Aturan-aturan Tulisan
.
Menurut Kholid, tulisan itu tidak ada yang salah. Semua benar. "Itu pasal pertama," ungkapnya ketika menjelaskan aturan-aturan dalam tulisan. Pasal kedua, lanjut dia, tulisan itu hanya dikategorikan menarik dan tidak menarik. Untuk itu, menarik atau tidaknya sebuah tulisan, ada pasal ketiga: menarik bagi orang tertentu, dan tidak menarik bagi orang lain.
.
Hal ini, menurut dia, penting untuk dipahami. Agar setiap orang yang ingin menulis tidak terlalu memikirkan benar-salahnya saja.
.
Terkait menarik tidaknya sebuah tulisan, kembali kepada siapa yang membaca. Boleh jadi sebuah tulisan menarik bagi kalangan berpendidikan, tapi kurang menarik bagi kalangan remaja. "Pembaca yang menilai menarik atau tidaknya," jelas Kholid.
.
Agar tulisan menarik dibaca, menurut Kholid, penulis harus membuka tulisannya dengan pembuka yang jleb. Biasanya dikenal dengan lead paragraf. Kalau lead paragraf tidak menarik, maka pembaca kemungkinan tidak melanjutkan membaca.
.
"Usahakan juga, tiap kalimat ada unsur yang jleb," kata dia menambahkan.
.
Bagi yang suka kebingungan mengawali tulisan, ada tips yang patut dicoba. "Pakai 'inilah'," katanya. Misal habis membaca tuntas sebuah buku. Terpikir untuk membuat sebuah review atau resensi. Maka awali dengan "Inilah salah satu buku terkeren yang pernah saya baca. Bla, bla, bla."
.
Kholid Juga menghimbau untuk mulai membiasakan menghilangkan penggunaan "dalam rangka". "Itu kalimat dinas," katanya. Kalimat yang diawali frasa tersebut, lanjutnya, terkesan terlalu formal dan kaku.
.
Beberapa lain yang juga harus ditiadakan dalam tulisan, lanjuy dia, adalah frasa "seperti diketahui" dan sebangsanya yang sudah diketahui. "Kalau sudah diketahui, kenapa harus ditulis?" tanyanya diplomatis.
Tips Menulis dari Redaktur Radar Tips Menulis dari Redaktur Radar Reviewed by Ibnu Basyier on Saturday, March 18, 2017 Rating: 5

3 comments:

Terima kasih telah berkunjung. Semoga pulang membawa manfaat. Kalau ada yang tidak berkenan, tinggalkan di komentar....

ads
Powered by Blogger.