Olah Masalah Jadi Berkah

Semester ganjil lalu, saya mendapatkan seorang santri yang "super". Tingkah dan polahnya cukup menguras waktu dan pikiran saya. Saya bahkan hampir kewalahan menghadapinya. Hingga kemudian, sepulang liburan semester ganjil, saya dapati ada perubahan signifikan padanya. Bagaimana bisa?
.
Ia punya setumpuk masalah. Masalah pribadi, banyak. Moralnya, juga ada. Sosialnya, juga bermasalah. Lengkap lah sudah. Hingga akhirnya masalah itu merembet ke berbagai hal.
.
Akumulasi masalah itu menjadikan dia sosok yang pemalas. Suka telat alias indisipliner. Ibadah keteteran. Di masjid bawaannya tidur. Giliran ke sekolah malasnya minya ampun.
.
"Aku mau pindah," begitu jawabnya acap kali ditanyakan problemnya.
.
Sepanjang semester, problemnya hanya itu-itu saja. Bahkan jelang akhir semester, ibunya rela terbang dari Kalimantan. Lalu nge-kost dekat sekolah. Hanya agar anaknya merasa betah dan nyaman karena ada ibu dekat sekolah.
.
Ujian akhir semester digelar. Nilai-nilainya anjlok semua. Pelajaran yang tuntas lebih sedikit dari yang melewati KKM. Beruntung, bukan ia yang menempati posisi ranking terbawah kelas.
.
Liburan semester tiba. Ia berencana menunda liburnya ke Kalimantan. Sebuah tiket kereta api dipesannya. Bersama beberapa kawannya, ia bertolak ke Jakarta. Ada event penting yang akan dihadapinya.
.
Rupanya, prestasi yang diraihnya di event nasional tersebut menjadi titik balik. Dari jauh, ibunya memberi kabar.
.
"Alhamdulillah, Royyan terlihat lebih bahagia, tadz," begitu pesan whatsapp ibunya selepas event di Jakarta tersebut.
.
Hari pertama semester baru di depan mata. Semua santri sudah siap dengan amunisi baru selepas liburan. Tak terkecuali Royyan. Saya perhatikan, ia memang terlihat berbeda dari sebelumnya.
.
Royyan kini mulai menunjukkan perubahan signifikan. Shalat mulai terjaga jamaahnya. Sekolah masuk terus. Bahkan ia juga puasa sunnah.
.
"Subhanallah," ada haru kala melihat perubahan itu. Siapa gerangan yang bisa menggerakkan hati manusia selain Dia? Tidak ada. Dia-lah satu-satunya.
.
Sebagai murobbi, saya hanya menuntun dan mengarahkan. Bagian saya adalah ikhtiar. Orang tua menguatkan dengan doa-doanya. Lalu Allah yang menggerakkan.
.
Benar kata orang: masalah itu membawa berkah. Ia datang untuk mendewasakan. Kedatangannya bukan untuk ditakuti apalagi dihindari. Justru ia harus dihadapi dengan gagah berani.
.
Dalam Islam, ujian, cobaan, adalah bagian dari proses penilaian sejauh mana keimanan seorang muslim. Jika ia berhasil menghadapi satu ujian, maka derajatnya naik. Dan begitu terus. Semakin tinggi derajat keimanan, semakin besar ujian yang akan datang
.
"Sepertinya, akan merepotkan orang tua kalau saya pindah sekolah," kalimat menggembirakan keluar dari bibir Royyan. Saya sudah predksi sejak awal. Berdasarkan pengalaman, justru orang-orang seperti Royyan yang betah tinggal di sekolah asrama.

Olah Masalah Jadi Berkah Olah Masalah Jadi Berkah Reviewed by Ibnu Basyier on Monday, April 17, 2017 Rating: 5

2 comments:

  1. Subhanallah ... Beruntunglah orang-orang yang mendapat hidayah. Ujian hidup mampu membuatnya berubah dan banyak belajar.

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung. Semoga pulang membawa manfaat. Kalau ada yang tidak berkenan, tinggalkan di komentar....

ads
Powered by Blogger.