Mendadak Shaleh

Ada yang menarik tiap kali helatan Ujian Nasional (UN) digelar di negeri ini. Tak terkecuali di sekolah boarding kami. Tahun ini, ketika UN menggunakan sistem komputerisasi, hal itu terulang kembali. Ini fenomena menggelikan sekaligus menarik untuk dikaji.
.
Jauh sebelum UN digelar, santri-santri saya terlihat lebih shaleh. Shaf pertama masjid penuh dengan mereka yang akan mengikuti UN. Senin-Kamis mereka puasa. Bahkan sampai ada yang kuasa Daud : sehari puasa sehari tidak.
.
Menghadapi UN yang menentukan tersebut, santri saya menghadapinya dengan peningkatan spiritualitas. Selain itu, bimbingan belajar hingga klinik pelajaran tak bosan dilakukan. Semua demi nilai yang diharapkan bisa memuaskan. Sehingga masuk perguruan tujuan menjadi mudah.
.
Ini fenomena menarik. Sebab, dengan adanya ujian, mereka tiba-tiba mendadak shaleh. UN adalah ujian yang pasti. Tanggalnya jelas. Waktunya jelas. Meningkatkan sisi spiritual menjadi penting untuk suksesnya ujian.
.
Dalam Islam, ujian adalah bagian dari proses pendewasaan iman. Allah Ta'ala tegaskan bahwa konsekuensi dari keberislaman seseorang adalah akan adanya ujian. Ujian itu dihadirkan untuk membuktikan bahwa Islamnya bukan hanya omongan belaka.
.
"Apakah manusia mengira akan dibiarkan saja mengatakan, 'aku telah beriman'," Kata Allah dalam alAnkabut ayat pertama, "lalu tidak diuji (kebenaran pernyataan keimanannya)?"
.
Lalu di ayat berikut dilanjutkan lagi, "Sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka. Maka dengan ujian itu, Allah mengetahui mana yang benar-benar beriman, dan mana yang berdusta atas keimanannya."
.
Ujian tiap orang beriman berbeda-beda. Tergantung sejauh mana iman dalam dadanya. Semakin tinggi iman, semakin berat ujiannya.
.
Setiap orang beriman yang diberi ujian, tidak akan keluar dari kemampuannya. Allah Maha Tahu hambaNya mampu. Hanya saja, kebanyakan orang yang diuji tidak lulus karena belum apa-apa sudah menyerah. Padahal ujian itu tidaklah diberikan diluar batas kemampuannya.
.
Bagi orang-orang yang selalu berusaha mendekat kepada Allah, maka Allah juga akan mendekat kepadanya. Kedekatan hubungan ini akan membuat ujian-ujian yang datang menjadi mudah untuk dilalui.
.
Itulah yang disadari oleh para santri. Agar diberi kemudahan dalam menghadapi soal-soal dalam UN, mereka mendekat kepada Allah. Dengan shalat yang lebih khusyuk, puasa lebih banyak, tidak lupa sedekah dan infak, dan banyak amalan lainnya.
.
Itu hanya ujian duniawi. Ujian untuk kepentingan dunia. Bukan dari Allah yang tidak diketahui kapan datangnya. Sehingga, sudah seharusnya, kita harus selalu dekat kepadaNya. Agar ketika ujian keimanan datang, kita selalu siap menghadapinya.
Mendadak Shaleh Mendadak Shaleh Reviewed by Ibnu Basyier on Tuesday, April 25, 2017 Rating: 5

4 comments:

  1. Tampaknya hal seperti ini sudah menjadi tradisi setiap UN, bahkan ada yg rela meminum air bekas cuci kaki ibunya berharap mendapat restu dan bisa berhasil dalam mengikuti UN. Naudzubillah! Semoga generasi kedepannya benar2 shaleh bukan hanya mendadak shaleh

    ReplyDelete
  2. Hmmm setiap hari adalah ujian...
    😭😭😭😭

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung. Semoga pulang membawa manfaat. Kalau ada yang tidak berkenan, tinggalkan di komentar....

ads
Powered by Blogger.