Dua Pelajaran Penting dari Ramadhan


Sudah menjadi sunnatullah, bahwa segala sesuatu datang dan pergi. Begitulah, Allah menciptakan makhkuknya bersifat dinamis. Ada siang, lalu diganti malam. Bergantian datangnya. Begitupula dengan Ramadhan yang kini berganti Syawwal. Dan apa pelajaran yang bisa diambil dari perginya Ramadhan?
.
Jika dianalogikan sebagai tamu, maka Ramadhan adalah tamu yang sangat istimewa. Ia datang dengan segala kebaikannya buat tuan rumah. Tapi yang perlu diingat bahwa, sebaik apapun Ramadhan sebagai tamu, tetap saja ia akan pergi suatu saat.
.
Manusia, kampungnya adalah surga. Di sanalah manusia pertama tinggal. Lalu kemudian dibawa ke dunia dengan dua buah misi: menjadi khalifah atas bumi dan makhluk lain dan menjadi hamba.
.
Sebagai pendatang di bumi, tentu saja manusia adalah tamu. Seperti Ramadhan yang juga tamu, ada saatnya manusia akan meninggalkan dunia. Bedanya, perginya manusia dari dunia tidak untuk kembali lagi. Tapi menjadi tamu di alam lain hingga akhirnya ditentukan nasibnya apakah akan kembali ke kampung halaman: surga.
.
Nasib seorang manusia ditentukan dari keberadaannya di dunia sebelumnya. Apakah ketika menjadi tamu, ia mampu menjadi tamu yang baik. Atau sebaliknya bahkan gagal menjalankan misi per-tamu-annya. Maka beruntunglah orang yang selama di dunia mampu menjadi tamu yang baik seperti Ramadhan yang semua isinya kebaikan.
.
Itu yang pertama. Yang kedua adalah bahwa kegembiraan orang beriman menyambut Ramadhan persis sama dengan gembiranya keluarga menyambut kelahiran anggota keluarga baru. Ucapan selamat menghambur menyambut kedatangannya. Semua orang senang dibuatnya.
.
Tapi, ketika Ramadhan usai, orang-orang beriman menjadi sedih. Mereka menangis sejadi-jadinya. Sebab Ramadhan yang begitu baik menawarkan segala keutamaanya harus pergi.
.
Pun demikian ketika ada orang meninggal dunia. Sanak famili dan kerabat menangis sedih ditinggal pergi. Jika yang meninggal adalah orang yang dikenal baik, akan banyak orang yang bersedih.
.
Maka jadilah orang yang baik. Seperti Ramadhan yang hari-harinya penuh kebaikan. Ditangisi orang karena kepergiannya. Jika yang meninggal adalah orang yang suka berkelakuan buruk, mungkin saja orang bersyukur atas kepergiannya. Wal iyadzu billah, semoga kita terhindar dari kematian seperti itu.

Dua Pelajaran Penting dari Ramadhan Dua Pelajaran Penting dari Ramadhan Reviewed by Ibnu Basyier on Tuesday, July 11, 2017 Rating: 5

No comments:

Terima kasih telah berkunjung. Semoga pulang membawa manfaat. Kalau ada yang tidak berkenan, tinggalkan di komentar....

ads
Powered by Blogger.