Anak TK dan Tontonan Dewasa


Sore itu, istri saya telat bubar dari pengajian. Saya sudah berada di depan tempat pertemuan itu hampir setengah jam. Saya mulai tidak tenang.

"Ada apa ini? Tidak biasanya pengajian rutin ini molor setengah jam," saya dialog dengan diri sendiri. 

Akhirnya,  beberapa menit sebelum azab maghrib berkumandang, istri saya keluar. Ia meminta maaf telah membuat saya lama menunggu. 

"Tadi setelah hampir penutupan, ada jamaah yang sharing kasus. Minta dicarikan solusi atas masalahnya."

Tanpa diminta, di atas kendaraan dalam perjalanan pulang, istri saya cerita panjang lebar. Ia tahu, saya pasti meminta jawaban. Sebagai istri yang pengertian, ia tidak menunggu tanya. 

Tersebutlah ada seorang guru TK yang juga jamaah pengajian khusus perempuan itu. Ia mencoba sharing masalah cukup pelik yang ia hadapi. Tentang seorang anak didiknya yang berperilaku mengkhawatirkan. 

Ibu si anak TK itu bercerita kepadanya. Tentang kebiasaan anaknya ketika menggunakan handphone. 

Diceritakan si guru TK, sebagaimana cerita dari ibunya, si anak TK tersebut suka mojok di sudut rumah ketika main HP. Ibunya tidak curiga. Dia pikir, anaknya sedang main game dan tidak ingin diganggu. 

Har-hari berlalu, dan ibu tetap saja ndak curiga. Hingga suatu hari, secara tak sengaja, ia melihat apa sebenarnya yang dilakukan si anak dengan HP tersebut. Seperti disambar petir. Ia tak percaya. Batinnya berontak. Tak mungkin anak usia TK tahu yang seperti itu. 

Tapi, itu adalah fakta.  Ia melihat dengan matanya sendiri. Ia tidak bisa membohongi pandangannya. Kedua matanya yang masih normal melihat anaknya sedang menonton video porno. 

"Nak, siapa yang ajarin nonton ginian?" Setelah mampu menguasai gejolak hatinya, si ibu bertanya hati-hati. Pikirnya, pasti ada orang lain yang mengajarinya. Ndak mungkin ia bisa tahu sendiri. 

"Si Adit, bunda," katanya takut-takut setelah agak lama menimbang jawaban. Adit adalah nama samaran. 

Merasa mendapat ujian berat, si ibu akhirnya curhat kepada guru TK si anak. Ia berharap, dengan pengalamannya mendidik anak-nak usia TK, si ibu guru bisa memberikan jalan terbaik untuk anaknya. 

Ibu guru yang baru mendapati kasus seperti ini tentu bingung. Tentu saja bingung. Di sekolah,  anak TK tidak dibekali HP. Tentu saja ndak ada peluang menonton video porno melalui HP. 

Terlebih lagi,  si ibu guru belum memiliki anak usia TK. Jadi, ia belum punya gambaran jalan keluar dari masalah tersebut. 

Tapi, agar tidak membuat kecewa, ibu guru berjanji akan memikirkan jalan keluarnya. Dan jadilah, sore itu dia sharing masalah tersebut. Berharap ada yang memiliki anak usia TK, dan mampu memberikan pengalaman terkait penjagaan anak TK ketika di rumah. 

Saya yang mendengar cerita itu merasa ngeri. Tidak bisa saya membayangkan bagaimana seorang anak TK yang menonton adegan dewasa. Nauduzbillah. 

Makanya, sejak itu, saya selalu berdoa. "Ya Allah.  Jauhkan anak-anak ku dan anak-anak kaum muslimin dari fitnah HP."

[Hari ke-6 30DWC Jilid 4]
[Fighter Squad 8 dari Empire of Writer]


Anak TK dan Tontonan Dewasa Anak TK dan Tontonan Dewasa Reviewed by Ibnu Basyier on Monday, February 06, 2017 Rating: 5

2 comments:

Terima kasih telah berkunjung. Semoga pulang membawa manfaat. Kalau ada yang tidak berkenan, tinggalkan di komentar....

ads
Powered by Blogger.